Kajati Jatim Terima Audiensi Penasihat Ahli SKK Migas, Dukung Fondasi Ketahanan Energi Nasional

KEJAKSAAN4 Dilihat

SURABAYA, radarpenanews.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Agus Sahat ST, SH, MH, didampingi Wakajati, Asintel, Aspidum dan Aspidsus menerima kunjungan audiensi penasihat Kepala SKK Migas, Edy Birton, bersama Kepala SKK Migas Jawa Bali Madura dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Anggono Mahendrawan, dan jajaran, Selasa (10/2/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Ruang Kerja Jatim tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sekaligus penguatan koordinasi kelembagaan. Turut hadir mendampingi jajaran SKK Migas, Koordinator Operasi Ahmad Kristriono dan Analis Senior Operasi Ami Hermawati.

Dalam suasana yang berlangsung hangat, penasihat Ahli Kepala SKK Migas, Edy Birton, yang juga pernah menjabat sebagai Asintel Kejati Jatim, menyampaikan pentingnya membangun sinergi yang kuat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional di sektor energi tidak dapat dilepaskan dari peran Kejaksaan yang memastikan setiap kegiatan hulu migas berjalan sesuai koridor hukum, prinsip tata kelola yang baik, serta menjunjung tinggi kepastian hukum.

BACA JUGA : Sinergi KPK–LPS untuk Pengawasan dan Pencegahan Korupsi Perbankan

Sementara itu, Kajati Jatim menyebut Proyek bahwa industri hulu migas merupakan bagian dari Strategi Nasional yang memiliki tingkat kerumitan tinggi, baik aspek regulasi, pengelolaan aset negara, hingga dinamika operasional di lapangan. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan koordinasi, langkah preventif, guna meminimalkan potensi hambatan yang terjadi.

Kajati Jatim juga menegaskan komitmen seluruh jajaran untuk terus berperan aktif mendukung kegiatan hulu migas melalui pendampingan hukum, pengamanan strategi pembangunan, serta penegakan hukum yang profesional, proporsional, dan berorientasi pada kepentingan negara serta stabilitas investasi.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Momentum ini menjadi bentuk peran aktif Kejaksaan dalam mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional sebagai bagian dari agenda besar pembangunan negara. (dym)