KKN Unitomo Gandeng BUMDes Jatiurip Kembangkan Sektor Ekonomi Desa Berbasis Perikanan dan Pertanian Berkelanjutan

JATIM, PROBOLINGGO30 Dilihat

Budidaya ikan lele kerja bareng KKN Unitomo bersama BUMDes Jatiurip Kembangkan Sektor Ekonomi Desa Berbasis Perikanan dan Pertanian Berkelanjutan (Foto: ist)

PROBOLINGGO, radarpenanews.com – Mahasiswa Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jatiurip, Kecamatan Krejangan, Kabupaten Probolinggo, dalam pengembangan sektor ekonomi desa berbasis perikanan dan pertanian berkelanjutan.

Program kolaborasi ini mencakup tiga bidang utama, yakni budidaya ikan lele, pemeliharaan ayam petelur, dan perawatan tanaman kelengkeng, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi desa dan peningkatan kapasitas warga dalam mengelola potensi lokal.

Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kepala Desa Jatiurip Mohammad Hendrik, pengurus BUMDes, serta warga setempat. Diskusi ini dipimpin oleh mahasiswa dari Program Studi Budidaya Perairan dan Agribisnis, pada Senin (18/8/2025), membahas aspek teknis dari ketiga sektor tersebut.

Baca Juga: Kakorlantas Polri: 7.000 Personel Disiapkan Amankan Rangkaian HUT Ke 80 RI

Untuk budidaya lele, dibahas manajemen kualitas air, jenis pakan, dan pengendalian penyakit. Di bidang peternakan, mahasiswa memberikan edukasi dan praktik langsung mengenai cara merawat ayam petelur, termasuk pola pemberian pakan, kebersihan kandang, serta manajemen produksi telur.

Sementara itu, pada sektor pertanian, mahasiswa mengedukasi warga tentang perawatan tanaman kelengkeng yang sudah ditanam sebelumnya, mencakup teknik pemangkasan, pemupukan, serta pengendalian hama secara organik.

Usai diskusi, mahasiswa melakukan praktik penebaran bibit lele ke kolam milik BUMDes yang telah disiapkan sebelumnya. Kolam ini kini dinamai “Kolam Harapan”, sebagai simbol semangat baru menuju kemandirian ekonomi desa.

“Kami tidak hanya berhenti di tahap wacana. Hari ini mahasiswa langsung terlibat dalam praktik lapangan, termasuk edukasi teknis kepada warga terkait pemeliharaan lele, ayam petelur, dan tanaman kelengkeng,” ujar M. Lawdy Dhiyaa Vansya, S.ST., M.T., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Unitomo.

Ketiga sektor ini diharapkan dapat saling melengkapi dalam menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi desa, serta memperkuat kelembagaan BUMDes sebagai pengelola sektor ekonomi produktif.

Baca Juga: Polri dan Bulog Awali Gerakan Pangan Murah Serentak di Seluruh Indonesia

Kepala Desa Jatiurip, Mohammad Hendrik, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Unitomo yang dinilai mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Kolaborasi ini sangat kami apresiasi. Semoga ke depan, lele, ayam petelur, dan kelengkeng menjadi komoditas unggulan Jatiurip yang mampu menopang ekonomi warga,” kata Hendrik.

Dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, mahasiswa juga mengajak warga untuk terlibat aktif dalam pengelolaan berkelanjutan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Desa Jatiurip menargetkan agar produk-produk ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu menembus pasar regional. (red)