Layaknya pasukan baris-berbaris yang selaras, warga Medokan Semampir XIII membuktikan bahwa beban berat menjadi ringan jika dipikul bersama. Dengan pembagian tugas yang jeli mulai dari menata uditch penutup saluran hingga merapikan jalan paving infrastruktur kampung dilakukan secara swadaya (dok. foto: istimewa)
SURABAYA, radarpenanews.com – Semangat gotong royong yang menjadi identitas Kota Pahlawan kembali terlihat di Jalan Medokan Semampir XIII, Kecamatan Sukolilo. Selama dua pekan terakhir sekitar 30 warga secara rutin turun ke lapangan untuk melaksanakan pavingisasi jalan lingkungan secara swadaya.
Terpantau langsung di lokasi, pemandangan yang tersaji setiap akhir pekan bak sebuah pasukan yang sedang berbaris. Bukan membawa perlengkapan militer, melainkan cangkul, sekop, dan paving block.
Warga bergerak dalam satu irama kerja yang teratur, saling melengkapi sesuai tugas masing-masing demi mewujudkan jalan lingkungan yang lebih layak.
BACA JUGA: SEJARAH SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL, SEJUJURNYA
Aktivitas pembangunan jalan ini dinilai warga sebagai momen rekreasi dan gotong royong. “Kita anggap ini olahraga sekaligus membangun jalan untuk kebersamaan,” tutur Cak Sulaiman sapaan lekatnya saat ditemui di lokasi, Minggu (1/10).
Sebagian warga bertugas meratakan tanah dan menyiapkan lapisan pasir sebagai fondasi. Di belakangnya, kelompok lain menyusun paving dengan rapi dan presisi. Sementara regu angkut material bekerja secara estafet agar pasokan paving terus mengalir ke titik pemasangan. Keselarasan langkah itulah yang membuat pekerjaan berlangsung efektif meski dilakukan secara gotong royong.
Tak kalah penting, para ibu turut mengambil peran sebagai “lini belakang”. Mereka menyiapkan kopi, teh, air mineral, serta aneka makanan ringan dan berat untuk menjaga stamina warga yang bekerja sejak pagi hingga siang hari.
“Kami, para ibu di sini, bahu-membahu menyiapkan makanan dan minuman. Ini bentuk dukungan kami untuk menambah energi dan semangat semua orang,” ungkap Yuyun, warga setempat, kepada awak media.

Peran Ibu-ibu sebagai “lini belakang”. menyiapkan kopi, teh, air mineral, serta aneka makanan ringan dan berat untuk menjaga stamina warga (dok. foto: istimewa)
Berharap Bantuan Pengambilan Paving
Hingga saat ini, progres pavingisasi telah mencapai sekitar 25 persen dari total jalan yang direncanakan. Material paving yang digunakan merupakan bantuan dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya. Namun, proses pengambilan material dilakukan secara mandiri oleh warga, sehingga pelaksanaan pekerjaan sangat bergantung pada kemampuan pengangkutan paving ke lokasi.
“Terkait bantuan 44.000 paving, sebanyak 14.500 buah telah diambil secara mandiri oleh warga. Pengambilan sisa 29.500 paving saat ini masih tertunda karena keterbatasan biaya operasional,” ungkap Yudhi Triasmono Ketua Forum Masyarakat Medokan Semampir XIII.
Karena itu, warga berharap adanya bantuan dalam proses pengambilan dan distribusi material paving agar pekerjaan dapat berlangsung lebih cepat. Dengan dukungan tersebut, target pavingisasi seluruh ruas jalan di lingkungan Medokan Semampir XIII diharapkan segera terwujud dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga.
Meski jalan yang terpasang baru mencapai seperempat dari rencana keseluruhan, hasil kerja keras warga sudah mulai terlihat. Akses jalan menjadi lebih rapi, nyaman, dan aman digunakan, sekaligus mengurangi potensi jalan becek saat musim hujan.
BACA JUGA: Klinik Desa Boleh, Menggeser BPJS Jangan: Jaminan Sosial Bukan Proyek Coba-Coba

Kondisi jalan yang telah terpasang paving di pekan kedua (dok. foto: istimewa
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat hubungan sosial antarwarga. Di tengah kesibukan perkotaan, kerja bakti menghadirkan kembali semangat kebersamaan.
Canda, tawa, dan kerja sama yang terjalin selama dua pekan terakhir menjadi modal sosial yang tak kalah berharga dibanding jalan yang sedang dibangun.
Bagi warga Medokan Semampir XIII, pavingisasi bukan hanya soal menata lingkungan. Ini adalah bukti bahwa semangat arek-arek Suroboyo bergerak bersama, melangkah dalam satu barisan, dan bergotong royong demi kebaikan bersama. (bs)






