Perkuat Taktik ‘Crowd Control’, Korsabhara Baharkam Polri Gelar Bimtek Rantis APC

POLRI179 Dilihat

BOGOR, radarpenanews.com – Kepolisian Republik Indonesia terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan operasional personelnya dalam menghadapi dinamika gangguan keamanan yang semakin kompleks. Guna memperkuat kemampuan tersebut, Korps Sabhara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peralatan Berteknologi Tinggi Kendaraan Taktis (Rantis) Armored Personnel Carrier (APC) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan strategis ini diselenggarakan di Hotel Lorin Sentul, Bogor, pada Selasa pagi (12/05/2026).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib, dengan dihadiri oleh Auditor Utama Sispamobvitnas Tingkat II, Anjak Utama Korsabhara Baharkam Polri, beserta jajaran Kasubdit Ditsamapta. Pelatihan teknis nan eksklusif ini diikuti oleh tiga puluh tujuh personel terpilih, yang terdiri dari tiga puluh enam perwakilan personel jajaran Polda dari seluruh Indonesia serta satu personel andalan dari Detasemen Perintis.

Dalam arahannya di hadapan puluhan peserta yang hadir, Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib menekankan bahwa penguasaan teknologi mutakhir pada kendaraan taktis kini menjadi faktor penentu yang sangat vital dalam mendukung keberhasilan tugas pengamanan ketertiban umum di era modern. Brigjen Pol. Ngajib menyadari bahwa ancaman di lapangan kian dinamis, sehingga menuntut kecakapan yang melampaui kemampuan dasar kepolisian.

BACA JUGA : KPK Siapkan Fasilitator Antikorupsi Internal DJP, Perkuat Pencegahan dari Dalam

“Tantangan tugas Sabhara di lapangan semakin kompleks. Penguasaan teknologi rantis APC ini bukan sekadar kemampuan mengemudi, melainkan taktik optimalisasi fitur pertahanan dan mobilisasi guna memastikan keselamatan personel serta masyarakat saat crowd control berisiko tinggi,” tegas jenderal bintang satu tersebut, memberikan suntikan motivasi agar peserta benar-benar menyerap ilmu yang diberikan selama pelatihan.

Armada Mobil APC Korsabhara sejatinya merupakan kendaraan dinas taktis berlapis baja yang dirancang secara khusus untuk menunjang operasi pengamanan massa dengan tingkat kerawanan yang eskalatif. Kendaraan berpostur gagah ini memiliki ketahanan ekstra untuk menahan proyektil peluru kaliber ringan hingga lemparan benda-benda keras saat terjadi konflik horizontal maupun kerusuhan massa.

Dengan kapasitas angkut yang luas, satu unit rantis mampu membawa delapan hingga dua belas personel Sabhara bersenjata lengkap dengan perlengkapan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) standar, seperti tameng, helm pelindung, hingga pelontar gas air mata. Untuk menjalankan berbagai misi pengamanan di seluruh penjuru Tanah Air, Polri secara rutin mengerahkan berbagai varian kendaraan taktis andalan, seperti Pindad Komodo, Pindad Anoa, Barracuda, hingga Turangga.

BACA JUGA : KPK Dorong Penguatan Integritas dan Pengawasan Dana Desa melalui PBJ Desa

Keberadaan kendaraan berteknologi tinggi ini bukan sekadar unjuk kekuatan, melainkan memiliki peran multifungsi yang sangat krusial dalam prosedur operasional standar kepolisian. Berbagai fungsi strategisnya mencakup proses evakuasi cepat di zona kerusuhan yang memanas, pembentukan barikade kokoh untuk menghalau pergerakan massa yang anarkis, pengawalan ketat VVIP dan objek vital nasional, hingga pelaksanaan patroli perintis di wilayah-wilayah yang dipetakan rawan konflik sosial.

Untuk memastikan kelancaran tugas-tugas berat tersebut, armada APC telah dibekali dengan serangkaian fitur pertempuran dan pertahanan modern yang mengagumkan. Kendaraan ini diperkuat dengan keberadaan lubang tembak (gun port) dari dalam kabin, teknologi ban anti-kempis (run flat tyre) yang tetap bisa melaju meski tertembus peluru, lampu sorot berdaya tinggi untuk operasi malam hari, perangkat pengeras suara luar (public address) guna memberikan imbauan massa, hingga opsi penyemprot water cannon mini.

Melalui tempaan intensif dalam bimbingan teknis ini, Korsabhara Baharkam Polri memastikan bahwa seluruh jajaran kepolisian di tingkat daerah mampu mengoperasikan kendaraan taktis tersebut secara profesional, terukur, dan humanis demi menjaga denyut nadi keamanan dan ketertiban masyarakat. (*/dym)