Catatan Rapat Rutin PJI Bojonegoro: Merawat Nadi Kebersamaan

Rapat rutin Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Bojonegoro pada Minggu siang (15/2/2026), di Jalan dr. Cipto Nomor 172, Bojonegoro (Foto: istimewa)

BOJONEGORO, radarpenanews.com – Minggu siang (15/2/2026), suasana di Jalan dr. Cipto Nomor 172, Bojonegoro, tampak lebih hidup dari biasanya. Kediaman Sutrisno sosok senior yang akrab disapa Mbah Alex menjadi saksi bisu berkumpulnya para pemburu berita yang tergabung dalam Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Bojonegoro.

Bukan sekadar rapat formal yang kaku, pertemuan rutin ini justru terasa seperti hajatan keluarga besar. Aroma kopi dan diskusi ringan mengalir, memecah sekat antar jurnalis di tengah kesibukan mengejar tenggat waktu.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua PJI Bojonegoro, Bambang Setyawan, membuka suasana dengan guratan senyum apresiasi. Baginya, kehadiran anggota di tengah hari libur adalah bukti nyata bahwa “rasa memiliki” terhadap organisasi masih sangat kuat.

“Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama kita,” cetus Bambang dengan nada bangga.

Pria yang dikenal aktif ini juga menyinggung kesuksesan agenda jangka pendek dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026. PJI Bojonegoro baru saja menyelesaikan aksi penanaman pohon, sebuah langkah konkret bahwa jurnalis tidak hanya tajam dalam tulisan, tapi juga lembut dalam menjaga alam. Baginya, menanam pohon adalah pesan edukasi visual kepada masyarakat tentang pentingnya kelestarian lingkungan hidup.

Di balik tawa dan evaluasi program, suasana sempat berubah syahdu. Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, para anggota PJI tak melupakan rekan seprofesi yang telah tiada.

Kepala tertunduk dan doa-doa terlantun untuk almarhum Mas Sukisno (Rakyatindependen). Momen ini menjadi pengingat keras bagi para peserta rapat bahwa profesi jurnalis bukan sekadar tentang eksistensi, melainkan tentang ikatan batin dan dedikasi yang melampaui batas usia.

Rapat rutin ini ditutup bukan hanya dengan kesepakatan jadwal, melainkan dengan pembaruan janji. PJI Bojonegoro berkomitmen untuk tetap tegak di jalur profesionalisme dan etika jurnalistik, sembari terus menjadi wadah “pulang” bagi para insan pers di Bojonegoro.

Dari ruang tamu Mbah Alex, PJI Bojonegoro mengirim pesan kuat di tangan para pencari berita ini, jurnalisme tak hanya soal informasi, tapi juga soal kepedulian sosial dan solidaritas tanpa batas. (dym)