Semangat Demokrasi di Masjid Al Muhajirin, Khoirul Khuluk Terpilih sebagai Ketua Ta’mir

Panitia dan pengurus Masjid Al Muhajirin foto bersama (HarsonoPG/ist)
SURABAYA, radarpenanews.com – Nuansa khidmat menyelimuti suasana jamaah yang memadati Masjid Al Muhajirin, Medayu Utara XXII, Minggu (1/2/2026). Hari itu, bukan sekadar ibadah rutin yang mempertemukan warga RW XIII, melainkan sebuah peristiwa bersejarah pemilihan Ketua Majelis (Ta’mir) Masjid Al Muhajirin yang digelar secara demokratis untuk pertama kalinya.
Dua sosok tangguh berdiri di hadapan jamaah. Di satu sisi ada Drs. Mohammad Djarkasi, tokoh ulama yang selama ini menjadi panutan spiritual masjid. Di sisi lain, tampil Khoirul Khuluk, sosok energik yang juga menjabat sebagai Ketua RW XIII. Keduanya membawa misi serupa namun dengan sentuhan yang berbeda membawa masjid beradaptasi dengan tuntutan zaman tanpa melepaskan pegangan pada tuntunan akhlak mulia.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman agar semakin bermanfaat dan bertaqwa, baik di hadapan Allah SWT maupun sesama manusia,” ungkap kedua kandidat dalam paparan visi-misinya.
BACA JUGA : Polda DIY Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman Berdasarkan Rekomendasi ADTT

Dua calon Ketua Ta’mir Masjid Al Muhajirin
Panitia pemilihan menerapkan sistem suara mayoritas yang unik. Mengingat lokasi masjid berada di jantung wilayah RT 01 hingga RT 03, maka warga dari tiga RT tersebut diberikan hak suara penuh. Sementara itu, untuk warga RT 04, 05, dan 06, suara disalurkan melalui sistem perwakilan.
Ketegangan sempat terasa saat penghitungan suara dimulai. Namun, suasana tetap guyub sesuai napas silaturahmi yang dijunjung tinggi. Hasil akhir mencatatkan dominasi suara bagi Khoirul Khuluk yang berhasil mengantongi 78 suara, sementara Drs. Mohammad Djarkasi memperoleh 26 suara.
Dengan hasil tersebut, Khoirul Khuluk resmi terpilih secara demokratis dan aklamasi sebagai Ketua Ta’mir Masjid Al Muhajirin yang baru. Kemenangan ini menandai babak baru pengelolaan rumah ibadah yang lebih transparan dan melibatkan aspirasi warga secara langsung.
BACA JUGA : Pemerintah Diminta Stop Janji RS Internasional, Fokus Benahi Layanan Kesehatan Rakyat Kecil
Menutup prosesi bersejarah ini, H. Abdul Wehid Zein selaku Ketua Panitia memberikan wejangan mendalam bagi pengurus terpilih maupun jamaah. “Utamakan keguyuban. Jadikan Masjid Al Muhajirin ini bukan hanya tempat sujud, tapi juga media silaturahmi dan wahana peningkatan ilmu yang benar-benar rahmatan lil ‘alamin,” pesan Ketua Panitia yang disambut seruan “Amin” dari seluruh warga. (HarsonoPG)




