
Ustadz M.Syahri,S.S., M.Fil.I. menutup acara dengan doa (Foto: HarsonoPG rpn.com)
SURABAYA, radarpenanews.com – Sabtu 6 September 2025, suasana penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi Muhammad 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah di Medokan Ayu Surabaya tahun ini terasa berbeda seperti tahun sebelumnya.
Di bawah sinar bulan purnama, jamaah yang duduk di karpet dalam tenda menambah suasana khusyuk saat jamaah mendengarkan lantunan ayat ayat suci Alquran dilanjutkan siraman rohani oleh Ustadz M. Syahri, S. S., M.Fil.I.
Yang menarik dan istimewa, acara peringatan Maulid Nabi Muhammad 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah tersebut diadakan oleh Keluarga Hj.Asih.
BACA JUGA : Puluhan Personel Polri Terluka Saat Amankan Aksi Anarkis di Jawa Timur 18 Diantaranya Jalani Rawat Inap
Terpantau, tradisi gantungan yang dipasang ditenda begitu banyak jumlahnya bukan hanya peralatan dapur, namun ada celengan diisi uang juga benda-benda yang disukai para bapak.
Disaat acara sholawatan selesai Jamaah yang hadir langsung (Grayukan-red) atau berebut peralatan dapur dan lain-lain.
Dilanjutkan pemberian santunan anak anak dari Panti Asuhan dan yatim piatu.
Tak ketinggalan semua jamaah yang hadir juga menerima amplop.
Saat acara penutupan masih ada suprise atau kejutan lagi pembagian doorprize, uniknya semuanya bisa membawa oleh oleh hadiah yang telah disediakan
Menurut keterangan Tokoh Masyarakat setempat, Wiyani Ketua RT Medokan Asri menceritakan bahwa Hj. Asih dikenal sering menyantuni warga sekitar yang kurang mampu. “Ini bisa disebut selaras Program Kampung Madani Pemerintah Kota Surabaya,” ucapnya.
BACA JUGA : Polda Jatim Tindak Tegas Aksi Anarkis, 580 Orang Diamankan

Keluarga Hj.Asih sedang memberikan santunan kepada anak-anak panti asuhan (Foto: HarsonoPG rpn.com)
Sebagai informasi, Kampung Madani adalah program pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan atau kampung di Kota Surabaya yang digagas oleh Wali Kota Eri Cahyadi, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup, mengentaskan kemiskinan, serta membangun peradaban masyarakat yang mandiri dan bergotong royong berdasarkan Pancasila.
Program ini mengedepankan prinsip dari warga untuk warga dan melalui pembagian bantuan (tunai atau barang) kepada keluarga yang membutuhkan, sebutannya Kampung Madani karena mengacu pada konsep Masyarakat Madani yang merupakan masyarakat terorganisir dengan kesadaran hukum tinggi, kesukarelaan, kemandirian, dan peradaban yang maju. (HarsonoPG)











