Lawan Pemalakan Hutan Watu Lawang, Solidaritas KING Daulat Mbah Din Jadi Panglima

BERITA DAERAH3 Dilihat

Ketua Umum Solidaritas KING Raden Aji (kiri) bersama Mbah Din membentangkan bendera organisasi saat prosesi penobatan Mbah Din sebagai Panglima KING (Foto: istimewa)

NGANJUK, radarpenanews.com – Solidaritas Kawasan Industri Nganjuk (KING) Jawa Timur resmi bersinergi dengan Padepokan Cokro Manggilingan untuk menghentikan aksi pemalakan pohon dan perusakan hutan di kawasan wisata alam Watu Lawang, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.

Komitmen tersebut disepakati dalam pertemuan silaturahmi antara Ketua Umum Solidaritas KING, Raden Aji S. Hartawan, bersama jajaran pengurusnya di Padepokan Cokro Manggilingan yang dipimpin oleh Mbah Din di Dusun Patran, Kecamatan Tanjunganom, pada Kamis, 17 September 2026.

Dalam pertemuan itu, Mbah Din selaku pimpinan spiritual dan kebudayaan setempat, membeberkan kondisi darurat lingkungan di Watu Lawang. Praktik penebangan pohon liar yang marak terjadi saat ini dinilai telah mengancam kelestarian alam dan berpotensi memicu bencana alam besar yang merugikan masyarakat luas.

BACA JUGA: Komitmen Mutu Layanan, RSUD Dr. Soetomo dan RSIA Putri Surabaya Raih Seva Paramahita Award 2026

Mendengar laporan tersebut, Raden Aji S. Hartawan langsung menyatakan sikap tegas. Solidaritas KING sepakat untuk bersinergi dan berada di satu barisan bersama padepokan guna menghentikan segala bentuk perusakan alam di area hutan lindung tersebut.

Ketua Umum Solidaritas KING Raden Aji S. Hartawan saat bersilaturahmi dengan pimpinan spiritual Mbah Din di Padepokan Cokro Manggilingan, Dusun Patran, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk. (Foto: istimewa)

Sebagai bentuk penguatan visi, Raden Aji bahkan mendaulat Mbah Din sebagai Panglima KING.”Beliau saya nobatkan sebagai Panglima KING untuk bersama-sama mencari solusi dari pemalakan pohon dan perusakan alam dengan alasan apa pun di lokasi Watu Lawang Nganjuk. Wilayah tersebut merupakan hutan lindung yang menjadi tempat mata pencaharian warga lokal dan Desa Ngliman,” ujar Raden Aji.

Sinergi ini disambut emosional dan penuh tekad oleh Mbah Din. Sang maha guru menegaskan bahwa dirinya siap mempertaruhkan jiwa dan raga demi menjaga kelestarian lingkungan dan membela hak-hak warga Desa Ngliman yang ruang hidupnya terancam.

“Saya pastikan berada di barisan paling depan dan sangat tidak rela kalau ada pihak mana pun melakukan perusakan alam, pemalakan pohon, dan pengrusakan hutan, khususnya di Watu Lawang yang bisa mengakibatkan alam murka. Saya rela mati untuk menjaga kelestarian alam di Watu Lawang Ngliman Nganjuk, dan saya mengajak Ketua Umum KING untuk bersama membela warga Ngliman mengembalikan fungsi hutan,” tegas Mbah Din.

BACA JUGA: Unitomo Siapkan Data Geospasial Presisi Tinggi untuk Pengembangan Desa Wisata Carangwulung

Sebagai informasi, Kawasan Watu Lawang merupakan salah satu bentang alam krusial di lereng Gunung Wilis yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air sekaligus penopang ekonomi warga lokal.

Melalui kolaborasi antara Solidaritas KING dan Padepokan Cokro Manggilingan, diharapkan ada langkah advokasi konkret serta tindakan nyata dari aparat berwenang untuk menindak tegas para pelaku perusakan hutan demi mencegah bencana ekologis di Kabupaten Nganjuk. (red)