SDN Wonokusumo I/40 PANAH BERSINAR Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba, Dorong Program SALAM MANIS

BERITA DAERAH14 Dilihat

Kepala SDN Wonokusumo I/40 Soedjono, M.Pd. (memegang Piagam) bersama Kepala BNN Kota Surabaya Kombes. Pol.Heru Prasetyo,S.I.K.Hum. dan peserta lainnya (ist)

SURABAYA, radarpenanews.com – SDN Wonokusumo I/40 PANAH BERSINAR (Prestasi Aman Nyaman Agamais Humanis, Bersih dari Narkoba) Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) di lingkungan pendidikan, Kamis (8/10/26).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan diseminasi Program Sadar Lapor Mandiri Akses Mudah Aman Humanis (SALAM MANIS) yang disampaikan Kepala BNN Kota Surabaya Kombes Pol. Heru Prasetyo, S.I.K., M.Hum., serta Workshop Asistensi Penyusunan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) oleh Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M).

Dalam kegiatan tersebut, Kombes Pol. Heru Prasetyo menekankan pentingnya optimalisasi peran Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) agar keberadaannya benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan layanan terkait penyalahgunaan narkotika.

BACA JUGA: PWI Jawa Barat 2026-2031 Dilantik, Gubernur Jabar Ingatkan Insan Pers Junjung Tinggi Independensi

Menurutnya, masih terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan layanan wajib lapor belum dimanfaatkan secara optimal. Di antaranya kurangnya pemahaman masyarakat, kekhawatiran terhadap konsekuensi hukum, stigma terhadap pecandu narkoba, hingga persoalan akses terhadap layanan wajib lapor.

Melalui Program SALAM MANIS, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan IPWL, sekaligus mendapatkan informasi dan pendampingan secara aman serta humanis.

Sementara itu, Workshop Asistensi Penyusunan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) menekankan pentingnya peran satuan pendidikan dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba sejak usia dini.

Para guru didorong untuk mengintegrasikan materi edukasi bahaya narkoba ke dalam kurikulum satuan pendidikan maupun modul ajar. Langkah tersebut dinilai penting agar peserta didik memiliki pemahaman sejak dini mengenai dampak penyalahgunaan narkoba serta mampu menjauhi lingkungan dan perilaku yang berisiko.

Kepala SDN Wonokusumo I/40 PANAH BERSINAR, Soedjono, M.Pd., menegaskan bahwa guru memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, terlebih sekolah berada di lingkungan yang dinilai memiliki kerentanan terhadap penyebaran dan penyalahgunaan narkotika.

“Umba-umba nang pinggir sumur, nggawe narkoba masa depan ancur,” ungkap Soedjono sebagai pesan sederhana kepada seluruh pihak agar bersama-sama mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Menurut Soedjono, tugas guru bukan hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter dan memberikan perlindungan kepada anak-anak melalui pendidikan yang humanis serta berorientasi pada keselamatan dan masa depan peserta didik.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program P4GN, SDN Wonokusumo I/40 PANAH BERSINAR juga menyediakan ruang konsultasi di area sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan layanan seputar pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

BACA JUGA: PJI Indramayu Resmi Dikukuhkan, Ketua Umum Ingatkan Penegak Hukum Berpijak pada UU Pers

Layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga sekolah, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat luas yang membutuhkan edukasi, informasi, konsultasi, hingga akses terkait rehabilitasi narkoba.

Keberadaan ruang konsultasi tersebut diharapkan dapat semakin mendekatkan layanan P4GN kepada masyarakat sekaligus menghilangkan stigma dan kekhawatiran dalam mencari informasi maupun pertolongan terkait penyalahgunaan narkoba.

Dengan kolaborasi antara BNN, satuan pendidikan, guru, peserta didik, keluarga, dan masyarakat, SDN Wonokusumo I/40 PANAH BERSINAR berupaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, agamais, humanis, serta bersih dari narkoba. (HarsonoPG)