Ketua Umum Solidaritas KING Pendri Raden Aji S. Hartawan (tengah) bersama pengurus POKMAS KING Ngliman dan warga setempat membentangkan bendera organisasi saat melakukan aksi tirakatan di depan Monumen Soepeno, Hutan Ganter, Desa Ngliman, Sawahan, Nganjuk, Selasa (22/9/2026) malam. (ist)
NGANJUK, radarpenanews.com – Rencana perluasan objek wisata Ganter Valley seluas lebih dari 40 hektare memicu keresahan dan penolakan keras dari penduduk asli Dusun Tamanan dan Dusun Ngliman, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Warga khawatir proyek di bawah lereng Pegunungan Wilis tersebut akan merusak mata pencaharian dan memicu bencana alam.
Merespons situasi darurat ini, Organisasi Solidaritas Industri Nganjuk (KING) langsung bergerak membentuk Kelompok Masyarakat (POKMAS) KING Desa Ngliman berdasarkan SK Nomor 018/S-KING/IX/26. Struktur kepengurusan KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) resmi dinakhodai oleh Suparno (Mbah No) sebagai Ketua, Afrizal E.P. sebagai Sekretaris, serta W dan Warni yang berbagi peran sebagai Bendahara.

Ketua POKMAS KING Desa Ngliman, Suparno (Mbah No), berfoto di depan spanduk Posko Kelompok Masyarakat (POKMAS) Solidaritas KING di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.
“Kami sebagai warga setempat tidak setuju dan menolak perluasan objek wisata seluas 40 hektare lebih ini. Hutan Ganter adalah tempat mata pencaharian sehari-hari warga dan jika dirusak bisa menimbulkan bencana alam. Hutan Ganter harus dikembalikan ke fungsi awalnya,” ujar Ketua Pokmas KING Desa Ngliman, Suparno, dalam rapat koordinasi.
BACA JUGA: Aloft by Marriott Surabaya Pakuwon City Bawa Konsep Silent Disco Run Pertama ke Surabaya
Penolakan warga ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat. Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngliman, Jamiin, yang hadir dalam rapat koordinasi di kediaman Mbah No, menyatakan dukungannya terhadap pergerakan positif POKMAS KING.
“Saya pribadi mendukung warga Ngliman karena benar adanya bahwa Hutan Ganter merupakan sumber mata pencaharian warga setempat,” tegas Jamiin.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngliman Jamiin, Ketua POKMAS KING Desa Ngliman Suparno (Mbah No), bersama perwakilan warga saat menggelar ritual tirakatan dan doa bersama di kawasan Hutan Ganter, Ngliman, Sawahan, Nganjuk, Selasa (22/9/2026) malam hingga pagi hari.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngliman Jamiin, Ketua POKMAS KING Desa Ngliman Suparno (Mbah No), bersama perwakilan warga setempat saat menggelar ritual tirakatan dan doa bersama di kawasan Hutan Ganter, Ngliman, Sawahan, Nganjuk, Selasa (22/9/2026) malam hingga pagi hari. (ist)
Sebagai bentuk keseriusan, Ketua Umum Solidaritas KING, Pendri Raden Aji S. Hartawan, bersama perwakilan warga turun langsung meninjau lokasi dan bermalam di area Monumen Soepeno pada Selasa malam, 22 September 2026. Aksi tirakatan tersebut dilakukan untuk memohon restu leluhur sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam mengawal aspirasi warga.
“Hutan Ganter ini merupakan lokasi bersejarah, tempat gugurnya Menteri Pembangunan dan Pemuda Kabinet Hatta I, Jenderal Supeno, serta jalur napak tilas Jenderal Besar Sudirman. Tempat ini harus kita perjuangkan,” kata Raden Aji.
Ia juga menambahkan bahwa perluasan wisata yang dilakukan secara semena-mena telah mengabaikan fungsi hutan sebagai paru-paru dunia serta penahan banjir dan longsor. Solidaritas KING menegaskan tidak akan ragu untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum demi mengembalikan fungsi Hutan Ganter Ngliman. (*/red)












