Kemenko Polkam Dukung Pengusutan Tuntas Penyerangan Tiga Personel Polri di Katingan

NASIONAL10 Dilihat

JAKARTA, radarpenanews.com – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyatakan dukungan penuh terhadap pengusutan tuntas kasus penyerangan yang menewaskan tiga personel Polri saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Selain mendorong penegakan hukum terhadap para pelaku penyerangan, Kemenko Polkam juga mendukung pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut. Upaya itu dibarengi dengan penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika yang mengancam keselamatan masyarakat dan masa depan generasi bangsa.

Kepala Biro Humas dan Data Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana, mengatakan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, telah menginstruksikan penguatan koordinasi antarkementerian dan lembaga dalam upaya pencegahan serta pemberantasan peredaran gelap narkotika.

BACA JUGA : Wakapolri: 418 Lulusan Sespim Siap Jadi Garda Terdepan Hadapi Tantangan Global dan Era Digital

“Atas arahan Bapak Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum dan seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Honi Havana, Selasa (7/7/2026).

Ia menilai gugurnya tiga personel Polri merupakan kehilangan besar bagi bangsa dan negara. Menurutnya, pengabdian, keberanian, dan pengorbanan ketiganya dalam memberantas peredaran gelap narkotika menjadi teladan bagi seluruh aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan melindungi masyarakat.

Honi Havana menegaskan bahwa pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan komitmen bersama seluruh unsur pemerintah. Karena itu, penanganan perkara harus dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap pelaku penyerangan maupun jaringan narkotika yang melatarbelakanginya.

Kemenko Polkam menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas para pelaku serta membongkar jaringan peredaran gelap narkotika sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, Kemenko Polkam akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika guna mempersempit ruang gerak jaringan tersebut.

BACA JUGA : Polrestabes Surabaya Salurkan Paket Sembako untuk Warga di Hari Bhayangkara ke-80

Dalam kesempatan itu, Kemenko Polkam juga menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga personel Polri, yakni Ipda (Anumerta) Sumaryanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana, yang gugur saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Kemenko Polkam turut memberikan penghormatan kepada ketiga personel tersebut serta mengapresiasi keputusan Kapolri yang menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa, dedikasi, dan pengorbanan mereka dalam menjalankan tugas. (*/dym)