Memaknai Tahun Baru Hijriah Lewat Selamatan Sederhana

RUANG INFORMASI49 Dilihat

SURABAYA, radarpenanews.com – Warga Gang Tambangan Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya berkumpul bersama pada Senin (15/6/2026).

Warga menggelar selamatan sederhana untuk menyambut datangnya bulan suci Muharram.

Momen ini menjadi ruang bercengkerama bagi warga untuk saling mendekatkan diri.

Nampak hadir laki-laki, perempuan, tua, muda, hingga anak-anak duduk bersila di atas tikar yang sama.

Canda tawa bocah kecil berpadu dengan obrolan hangat para warga sebelum acara dimulai.

BACA JUGA : Prof. Sri Astutik Jadi Guru Besar Unitomo, Bahas Hukum Bank Digital

Nasi tumpeng dan makanan rumahan dihidangkan sebagai simbol rasa syukur.

Sebelum doa bersama dimulai, suasana mendadak hening dan khidmat.

Ustadz M. Ali Nawawi memberikan siraman rohani tentang arti penting bulan Muharram.

Dijelaskan bahwa Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Bulan ini termasuk dalam empat bulan suci yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT.

Ada catatan sejarah menarik yang disampaikan oleh Ustadz Ali. Meskipun secara fisik Rasulullah SAW baru melakukan hijrah ke Madinah pada bulan Rabi’ul Awwal, namun kebulatan tekad untuk berhijrah sejatinya sudah dimulai sejak penghujung bulan Dzulhijjah.

Momen penting itu lahir setelah peristiwa Bai’at Aqabah.

“Oleh karena itu, Khalifah Umar bin Khattab menetapkan Muharram sebagai awal tahun Hijriah. Alasan utamanya karena bulan Muharram merupakan awal mula dari munculnya tekad kuat dan musim hijrah bagi umat Muslim kala itu,” tutur Ustadz Ali.

Mengetuk Pintu Langit

Acara inti pun dimulai dengan pembacaan dzikir yang bergema. Dipimpin oleh Ustadz Ali Nawawi, puluhan warga menengadahkan tangan dengan khusyuk.

Suara lantunan doa keselamatan memecah keheningan malam.

BACA JUGA : Dari Ruang Refleksi hingga Rutan KPK, Kepala Daerah Diajak Memaknai Kembali Amanah Jabatan

Warga secara khusus memohon keberkahan, kesehatan, dan kerukunan agar kampung mereka selalu dijauhkan dari segala marabahaya di tahun yang baru ini.

Melalui selamatan kecil ini, warga Gang Tambangan memaknai bahwa menjaga tradisi tidak harus mewah.

Kebersamaan dan ketulusan doa adalah modal utama dalam melangkah ke tahun depan menyambut tahun baru islam. (bs)