Garda Semeru Nusantara Perkuat Sinergi Jatim Bersinar demi Generasi Emas 2045

RUANG INFORMASI16 Dilihat

Deklarasi Jawa Timur Bersih Narkoba digelar di Balai Budaya Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Jumat (13/2). Foto: HarsonoPG

SURABAYA, radarpenanews.com – Jawa Timur resmi memancarkan sinyal perang total terhadap narkotika dari jantung Kota Surabaya. Dalam momen bersejarah bertajuk Deklarasi Jawa Timur Bersih Narkoba (Bersinar) sebagai “Gerbang Baru Nusantara” di Balai Pemuda, Surabaya Jumat (13/2), organisasi masyarakat Garda Semeru Nusantara (GSN) tampil di garis depan mendukung langkah masif Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Acara yang menjadi akselerasi program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto ini dihadiri langsung oleh Menteri Desa dan PDT RI, Yandri Susanto, serta Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. Suyudi Ario Seto.

Kehadiran Garda Semeru Nusantara dalam deklarasi ini bukan sekadar seremoni. Ketua Umum Garda Semeru Nusantara, Dadang Buana, S.H., menegaskan bahwa organisasinya memikul tanggung jawab moral untuk menjaga kedaulatan bangsa dari serangan “silent killer” bernama narkoba.

BACA JUGA : Peringati Hari Lahir Ke-2 Badan Pemulihan Aset, Kejati Jatim Siap Optimalkan Fungsi Asset Recovery di Jawa Timur

“Garda Semeru Nusantara siap mendukung penuh upaya pemerintah dan aparat penegak hukum. Ini adalah gerbang baru Nusantara menuju masyarakat yang sehat. Kami tidak ingin masa depan bangsa rontok sebelum berkembang akibat narkotika,” tegas Dadang dikutip dari gardasemerunusantara.com.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menerima penghargaan tertinggi dari BNN RI, menegaskan bahwa kekuatan Jatim terletak pada ketahanan unit terkecil Desa.

Melalui regulasi kuat seperti Perda No. 10/2022 dan Pergub No. 49/2023, Khofifah menargetkan perluasan Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Jika pada 2025 telah terbentuk 265 desa, maka pada 2026 target melonjak menjadi 645 desa/kelurahan di seluruh pelosok Jatim.

“Sekolah adalah fondasi, keluarga adalah benteng, dan desa adalah ekosistemnya. Tidak boleh ada ruang bagi narkoba di Jawa Timur,” ujar Khofifah penuh semangat.

Di tempat yang sama, Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, memberikan jempol atas inisiatif Jatim yang merangkul ormas dan elemen masyarakat desa.

BACA JUGA : Sinergitas Kejati Jatim Bersama PTPN I Regional 5: Memperkuat Kepastian Hukum dan Perlindungan Aset Negara

Senada, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menjuluki Khofifah sebagai “Superwoman” dalam pemberantasan narkotika karena konsistensinya sejak penyusunan UU Narkotika hingga implementasi di lapangan.

Di sisi lain, disampaikan oleh Budi Santoso Ketua Forum Peserta Jaminan Sosial (FP Jamsos) Surabaya Raya bahwa, dengan keterlibatan aktif organisasi seperti Garda Semeru Nusantara, gerakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) di Jawa Timur kini memiliki “motor penggerak” tambahan yang siap menyisir hingga ke pelosok desa, memastikan setiap anak bangsa tumbuh di lingkungan yang aman dan produktif.

“Komitmen Jawa Timur Bersinar, semoga akan membawa masa depan bangsa menuju Generasi Emas 2045”, tutupnya. (HarsonoPG)