SIDOARJO, radarpenanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo resmi membuka gelaran Bursa Kerja Terbuka (Job Fair) Hybrid 2026 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur, Selasa (3/11/2026). Sebanyak 4.246 lowongan pekerjaan dalam dan luar negeri disediakan oleh 60 perusahaan yang ikut ambil bagian dalam Job Fair Hybrid 2026 Kabupaten Sidoarjo.
Bursa Kerja Terbuka ini menjadi salah satu upaya konkret Pemkab Sidoarjo untuk menekan angka pengangguran serta merealisasikan komitmen program 100 ribu lapangan kerja baru yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.
Pembukaan Job Fair Hybrid 2026 Kabupaten Sidoarjo dilakukan oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, M. Ainur Rahman, bersama Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih.
BACA JUGA: SEJARAH JAMINAN SOSIAL NASIONAL YANG DIHALUSKAN
Pj. Sekda Sidoarjo M. Ainur Rahman membacakan sambutan Bupati Sidoarjo H. Subandi. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu kawasan penopang utama megapolitan Gerbangkertosusila mampu mencatatkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif. Pertumbuhan ekonomi Sidoarjo meningkat dari 5,54 persen pada tahun 2024 menjadi 5,63 persen pada tahun 2025. Sektor industri manufaktur masih menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai 49,45 persen atau hampir separuh dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Sektor investasi pun, lanjut M. Ainur Rahman, menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Hingga semester pertama tahun 2026, realisasi investasi di Kabupaten Sidoarjo telah menembus Rp7,7 triliun dari target Rp15,7 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 8.485 orang. Sejalan dengan hal tersebut, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,53 persen pada tahun 2024 menjadi 4,40 persen pada tahun 2025.
“Capaian ini menempatkan Sidoarjo di urutan ke-34 dari 38 kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan yang tergolong rendah di Jawa Timur,” ujarnya.
M. Ainur Rahman juga mengatakan bahwa meskipun indikator makroekonomi menunjukkan tren positif, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih menjadi tantangan krusial bagi Pemkab Sidoarjo. Walaupun TPT mengalami penurunan signifikan sebesar 0,74 poin, dari 6,49 persen pada tahun 2024 menjadi 5,75 persen pada tahun 2025, angka tersebut masih tergolong yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur.
“Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah. Dalam pembukaan Bursa Kerja Terbuka 2026, sebanyak 60 perusahaan dan lembaga berpartisipasi dengan menyediakan 4.246 lowongan pekerjaan yang mencakup 298 posisi jabatan,” ucapnya.
Bupati H. Subandi melalui Pj. Sekda Sidoarjo M. Ainur Rahman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku usaha yang terlibat dalam Job Fair 2026, khususnya perusahaan yang memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.
“Pemerintah daerah berharap kegiatan bursa kerja ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidoarjo secara nyata,” harapnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo, Dwieko Saptono, mengatakan bahwa saat ini terdapat paradoks ketenagakerjaan yang dihadapi baik oleh pencari kerja maupun pemberi kerja. Para pencari kerja mengeluhkan sulitnya memperoleh pekerjaan, sementara pemberi kerja juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan tenaga kerja. Kedua pihak sama-sama menghadapi kesulitan.
Oleh karena itu, ujar Dwieko, tujuan penyelenggaraan Job Fair seperti ini adalah mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan atau pengguna tenaga kerja secara mudah, cepat, transparan, dan terarah guna mempercepat proses penempatan tenaga kerja.
“Dalam idiom Jawa, kondisi ini disebut tetuku seng tuku ora teka-teka, seng dituku ya ora tuku-tuku. Artinya, ada kesenjangan yang harus kita jembatani,” ujarnya.
BACA JUGA: SEJARAH SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL, SEJUJURNYA
Dwieko Saptono mengatakan bahwa pelaksanaan Job Fair tahun ini sama seperti tahun sebelumnya, yakni dilakukan secara hybrid dengan menggabungkan metode daring dan luring. Pendaftaran dan pelamaran kerja secara daring telah dibuka sejak 29 Oktober 2026 hingga 5 November 2026. Namun, proses seleksi lamaran oleh perusahaan akan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Seluruh proses rekrutmen tersebut juga akan terus dipantau oleh Disnaker Sidoarjo.
“Melalui metode hybrid ini, para pencari kerja dapat lebih mudah mengakses informasi dan melamar berbagai lowongan pekerjaan. Di sisi lain, perusahaan juga lebih mudah melakukan proses seleksi serta menjangkau kandidat yang lebih luas dan sesuai dengan kebutuhan,” katanya.
Dwieko menyampaikan bahwa lowongan pengemudi taksi listrik menjadi peluang kerja lokal terbesar dalam Job Fair tahun ini. Kebutuhan tenaga kerja untuk posisi tersebut mencapai 800 orang. Sementara itu, untuk peluang kerja di luar negeri, PT KMI membuka lowongan terbesar dengan kebutuhan mencapai 1.400 tenaga kerja yang akan ditempatkan di kawasan Asia.
“Kami berharap Job Fair hari ini dapat menjadi jembatan yang efektif untuk mengantarkan masyarakat Sidoarjo memperoleh pekerjaan. Bagi para pencari kerja, saya berharap tetap memiliki pikiran positif karena Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selalu berupaya maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (Ali)






