Purwanti (58), warga Kabupaten Tulungagung Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). (Foto: Istimewa)
TULUNGAGUNG, BIDIKNASIONAL.com – Purwanti (58), warga Kabupaten Tulungagung ini merasa bersyukur telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Saat ini dia rutin berobat ke poli saraf setiap bulan tanpa pernah mengalami kendala layanan.
“Awal sakit, saya belum punya JKN, berobat ke dokter bayar sendri. Kondisi ekonomi yang kukurangan bagi saya berat setiap bulan harus bayar untuk periksa ke dokter dan beli obat. Tapi sekarang, sejak sudah punya JKN saya tidak kesulitan lagi, tiap bulan berobat tidak perlu membayar, “ jelasnya, Rabu (14/10) saat ditemui di rumah sakit.
BACA JUGA: Solidaritas KING Luncurkan “KING COFFEE” dan Program Seribu Warkop
Purwanti menceritakan awal mula sakitnya, tiba-tiba dia merasakan kaki dan tangan terasa berat dan sulit untuk berjalan. Kondisi ini mengganggu aktivitasnya, sehingga dia tidak dapat lagi bekerja untuk mencari penghasilan. Namun, berkat JKN dirinya tidak lagi kebingungan biaya untuk berobat.
“Waktu itu, saya ketahuan sakit hipertensi saat periksa di dokter. Karena kaki rasanya sulit buat berjalan dan sangat berat, bahkan sempat beberapa kali sampai jatuh. Karena kondisi itu, saya memutuskan tidak lagi bekerja. Sejak punya JKN, saya bahkan bisa berobat ke dokter saraf di rumah sakit dengan proses yang sangat mudah. Dari puskesmas diperiksa dokter kemudian dirujuk ke rumah sakit, “ ceritanya.
Dia menuturkan, bahwa menjalani pengobatan secara teratur merupakan hal penting agar kondisi kesehatannya tetap terpantau. Melalui pemeriksaan rutin di rumah sakit, dia dapat berkonsultasi langsung dengan dokter dan menyampaikan keluhan yang dirasakan.
“Saya sangat terbantu dengan JKN, meskipun sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) tetap mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien lainnya. Setiap berobat selalu diberikan obat untuk kebutuhan satu bulan. Semuanya sangat mudah dan proses administrasi tidak berbelit-belit, “ ungkap Purwanti.
Kini Purwanti merasakan kondisi kesehatannya semakin membaik, karena rutin mengkonsumi obat. Tekanan darahnya saat ini cenderung stabil dan terkontrol, sehingga dia dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan lebih baik. Baginya, obat-obatan Program JKN adalah jenis obat dengan kualitas yang bagus, tebukti kondisinya semakin sehat.
BACA JUGA: Dua Tahun UHC Jember, Bupati Luncurkan ‘Mobil Cinta’ Layanan JKN
“Di poli saraf, dokternya tidak hanya memeriksa saja. Saya dianjurkan untuk menjaga asupan makanan dan melakukan olahraga ringan dirumah. Selain itu, karena rutin minum obat-obatan JKN yang sangat berkualitas. Setiap bulan saya dapat banyak obat yang harus saya minum, kalau beli sendiri pasti berat buat saya dengan kondisi ekonomi yang seperti ini, “ tuturnya.
Pengalaman yang dirasakan Purwanti memberikan gambaran betapa pentingnya kehadiran Program JKN bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan sesuai kebutuhan. Dia mengapresiasi kemudahan layanan JKN, digitalisasi layanan menurutnya memudahkan peserta.
“Sekarang kalau berobat lebih mudah, ambil nomor antrean lewat Mobile JKN. Kalau sudah daftar dari Mobile JKN, tinggal diperkirakan jam berapa datang ke rumah sakit. Tidak perlu lagi pagi-pagi harus ambil nomor antrean dan menunggu lama. Semoga JKN terus hadir untuk menjamin kesehatan masyarakat, “ tutup Purwanti.(bp/rd/red)






