PESAN MORAL LEWAT PARODI: Salah satu adegan pertunjukan parodi yang menampilkan karakter Buto Ijo, pakaian adat, dan petugas keamanan dalam acara panggung gembira memperingati HUT ke-76 RSPAL dr. Ramelan di halaman Gedung Miangas, Surabaya, Jum’at (7/8/2026). Foto: Harsono PG
SURABAYA, radarpenanews.com – Apa jadinya jika karakter legendaris seperti Buto Ijo dan Malin Kundang mendadak “berobat” dan bertemu dengan dokter, perawat, hingga petugas satpam di satu panggung. Pemandangan unik inilah yang tersaji di halaman Gedung Miangas Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya pada Jum’at, 7 Agustus 2026.
Bukan sekadar guyonan biasa, pementasan parodi teatrikal tersebut menjadi magnet utama dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 RSPAL dr. Ramelan.
Di balik gelak tawa penonton, terselip pesan moral mendalam tentang dedikasi, etika, dan kemanusiaan dalam dunia kesehatan.
Perayaan hari jadi institusi kesehatan legendaris ini berlangsung sangat meriah sejak pagi hari. Berbagai perlombaan kreatif digelar untuk mempererat kebersamaan antar-staf, mulai dari lomba memasak, jalan cepat menggunakan bakiak (klompen) yang menguji kekompakan, hingga peragaan busana unik dan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
BACA JUGA: Gandeng PT Anagata Sinar Raya, Solidaritas KING Siap Serap Tenaga Kerja Lokal Nganjuk
Kepala RSPAL dr. Ramelan, Laksma dr. Mukti Fahimi, Sp.P.D., FINASIM, bersama sang istri turut hadir mengelilingi stan dari masing-masing unit kerja. Kehadiran pimpinan tertinggi ini memberikan suntikan semangat bagi para pegawai yang memamerkan berbagai inovasi layanan mereka.
Daya tarik utama acara ini jatuh pada penampilan parodi yang melibatkan berbagai karakter kontras. Kehadiran Buto Ijo (simbol dari penyakit atau keserakahan) dan Malin Kundang (simbol keangkuhan dan pudarnya moralitas) berhasil dipadukan secara apik dengan figur Dokter, Perawat, Satpam, hingga personel Militer.

Kepala RSPAL dr. Ramelan Laksma dr. Mukti Fahimi, Sp.P.D., FINASIM memberikan acungan jempol saat mengunjungi stan Departemen Bedah pada puncak peringatan HUT ke-76 RSPAL dr. Ramelan di Surabaya. (Foto: Harosono PG)
Secara filosofis, pertunjukan ini menggambarkan tantangan dunia kesehatan modern. Penyakit dan tantangan moral (disimbolkan oleh Buto Ijo dan Malin Kundang) hanya bisa disembuhkan dan ditertibkan melalui tangan dingin tenaga medis yang penuh empati, serta dijaga oleh kedisiplinan aparat keamanan. Pesan ini dikemas dengan humor segar yang menyentuh hati para penonton.
Satu hal yang patut diacungi jempol, kemeriahan panggung gembira ini sama sekali tidak mengorbankan hak-hak pasien.
BACA JUGA: Karnaval Wonokoyo Pasuruan 2026, Pesta Rakyat Bergelora Bersih dari Bahaya Narkoba
Penonton yang hadir memadati area acara adalah tenaga staf dan medis yang sedang tidak terjadwal piket atau yang bisa meninggalkan unitnya secara bergantian.
Pelayanan bagi masyarakat yang datang berobat maupun pasien yang sedang opname (rawat inap) di dalam gedung tetap berjalan normal dan profesional.
Relevansi Tema “Mutu Terjaga Pelayanan Prima”
Eksistensi RSPAL dr. Ramelan yang membentang selama 76 tahun (7 Agustus 1950 – 7 Agustus 2026) menjadi bukti kematangan dalam melayani bangsa. Parodi bermakna ini menjadi refleksi nyata dari komitmen mereka di tahun 2026.
Pertunjukan ini mempertegas visi rumah sakit untuk terus bergerak maju mengusung tema “Mutu Terjaga Pelayanan Prima” dengan moto “Satukan Tekad Layanan Terbaik”. (Harsono PG)







