30 Tahun Kudatuli, Armuji Bakar Semangat Gen Z Surabaya Jaga Marwah PDI Perjuangan

RUANG INFORMASI17 Dilihat

SURABAYA, radarpenanews.com – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar peringatan 30 tahun tragedi Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) di kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Stail, Surabaya, Minggu (26/7/2026), malam.

Momentum tiga dekade ini menjadi refleksi penting bagi seluruh kader untuk merawat ingatan sejarah perjuangan partai.

Dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji, mengajak seluruh kader yang hadir untuk menolak lupa terhadap peristiwa kelam tersebut.

BACA JUGA : Ketua Umum PJI: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan Pengkhianat Bangsa”

Armuji menjelaskan bahwa Kudatuli adalah bukti nyata dari sebuah perjuangan penuh darah. Peristiwa tersebut diwarnai dengan aksi-aksi mimbar bebas yang membara di Posko Pandegiling Surabaya demi mempertahankan kedaulatan partai dari cengkeraman rezim Orde Baru.

“Demokrasi dan kebebasan yang kita rasakan hari ini tidak lahir begitu saja. Ada darah, keringat, dan air mata para pendahulu kita yang bertaruh nyawa demi menegakkan keadilan,” ujar Armuji dengan penuh semangat.

Secara khusus, Armuji memberikan perhatian besar kepada para kader muda, terutama Generasi Z (Gen Z). Dirinya mengajak seluruh Gen Z di Surabaya untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan harus mengambil peran yang lebih besar dan aktif dalam panggung politik nasional maupun daerah.

Armuji menekankan pentingnya mentalitas yang kuat bagi generasi muda saat ini. Ia menyerukan prinsip “berani karena benar” dan meminta Gen Z untuk tidak pernah memelihara rasa takut dalam memperjuangkan kebenaran.

BACA JUGA : Ungkap Kasus Pengeroyokan Beruntun di Tuban, Delapan Pelaku Diamankan

Pria yang akrab disapa Cak Ji ini mengingatkan bahwa keberanian tersebut harus berlandaskan pada komitmen kuat untuk menjaga nama baik partai serta marwah Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri.

Mengakhiri orasinya, Armuji menegaskan bahwa Gen Z harus menjadi garda terdepan yang dengan bangga menyuarakan jati diri partai. “Generasi muda harus selalu berani menyatakan kepada publik bahwa PDI Perjuangan adalah partai ideologis yang senantiasa menjaga marwah, konsisten membela rakyat kecil, dan teguh mengawal tegaknya demokrasi di Indonesia,” pungkasnya. (*bs)