Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kajati Jatim Tegaskan Pancasila Fondasi Perdamaian Dunia

KEJAKSAAN11 Dilihat

SURABAYA, radarpenanews.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dr. Abdul Qohar AF, SH, MH, menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi fondasi dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki nilai universal sebagai landasan bagi terwujudnya perdamaian dunia.

Penegasan tersebut disampaikan saat pembacaan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Kantor halaman Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Selasa (2/6/2026).

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Kajati Jatim menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga perdamaian sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

BACA JUGA : Unit Reskrim Polsek Semampir Ringkus Spesialis Pembobol Ruko dan Rumah Kosong

Menurutnya, nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila merupakan instrumen penting dalam membangun dialog, menjembatani perbedaan, serta mendorong penyelesaian konflik secara damai dan berkeadilan. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Kajati Jatim juga turut mendorong agar Pancasila tidak sekadar dipahami sebagai semboyan, melainkan menjadi ideologi hidup (living ideologi) yang diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

BACA JUGA : Bareskrim Polri Jemput Paksa Influencer ZNM dan YouTuber RV Terkait Kasus Gas N2O ‘Whip Pink’

“Pancasila harus terus menjadi bintang penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita juga harus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan,” tegasnya.

Berlangsung dengan lancar dan khidmat, upacara diikuti oleh Wakajati, para asisten, koordinator, Kabag TU, serta seluruh pegawai, dengan rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (*/dym)