JATIMSURABAYA

Respon Berani Berantas Narkoba, Tes Urine Ketua DPRD Surabaya Negatif

Adi Sutarwijono (kanan) saat menunjukkan hasil tes narkoba di BNN Kota Surabaya, Senin (4/7/2025)/ Foto: ist

SURABAYA, radarpenanews.com – Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, S.IP. menunjukkan komitmen nyata dalam pemberantasan narkoba dengan menjalani tes urine secara sukarela di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya. Hasil pemeriksaan yang dilakukan pada Senin (4/7/2025) ini menunjukkan bahwa Cak Awi, sapaan akrabnya, negatif dari tujuh parameter narkotika yang diuji.

Langkah ini diambil sebagai respons atas dorongan Aliansi Madura Indonesia (AMI) yang meminta transparansi dari pejabat publik dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba.

“Saya bersyukur bisa menjalani tes ini. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kepada warga Surabaya dan pesan bagi generasi muda untuk menjauhi narkoba,” ujar Adi Sutarwijono.

Baca Juga: Peringatan Keras: FPJamsos Desak Presiden Prabowo Selektif Bentuk Pansel BPJS

Ia menambahkan bahwa tes ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan publik dan menunjukkan bahwa dirinya bersih dari narkotika.

Kepala BNN Kota Surabaya, Kombes Heru Prasetyo, menyambut baik inisiatif Ketua DPRD Kota Surabaya ini. Menurutnya, langkah ini adalah contoh teladan dari seorang pemimpin dan merupakan implementasi nyata dari Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2024 tentang deteksi dini penyalahgunaan narkoba.

Hasil tes yang menunjukkan negatif terhadap seluruh parameter narkotika ini juga dikonfirmasi langsung oleh Dr. Putri Damayanti dari tim rehabilitasi BNN.

Baca Juga: Polda Jatim Ungkap Kasus Kejahatan Selama 1 Bulan, 12 Orang Tersangka Diamankan

Dalam kesempatan tersebut, Adi Sutarwijono juga mengimbau seluruh anggota DPRD, khususnya dari Fraksi PDI Perjuangan, untuk mengikuti langkah serupa.

Dia menegaskan bahwa transparansi dan keteladanan adalah fondasi utama dalam membangun kota yang sehat, kuat, dan bebas narkoba. Langkah berani ini diharapkan dapat memicu gerakan kolektif di kalangan pejabat dan masyarakat luas untuk bersama-sama menanggulangi bahaya narkoba di Surabaya.

Baca Juga: Kapolri Tegaskan Penindakan Kasus Beras Oplosan, 4 Produsen Besar Naik Penyidikan

Diketahui sebelumnya, Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, memberikan klarifikasi atas tuduhan yang dilayangkan oleh Aliansi Madura Indonesia (AMI) terkait dugaan keterlibatannya dalam jaringan penyalahgunaan narkotika. Ia dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan siap menjalani tes narkoba demi membuktikan dirinya tidak bersalah.

“Saya siap menjalani tes narkoba, baik tes rambut, darah, atau apa pun yang diperlukan. Ini penting untuk membuktikan saya tidak bersalah. Saat ini saya sedang berada di Bali mengikuti Bimtek,” ujar Adi melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Kamis (31/7).

Politikus PDI Perjuangan itu menyebut tuduhan yang dilontarkan oleh AMI sebagai fitnah dan berita bohong yang tidak memiliki dasar hukum.

“Semua tuduhan itu fitnah. Hoaks! Tidak ada satu pun yang bisa dibuktikan secara hukum,” tegasnya.

Baca Juga: Kapolri Targetkan Bangun 409 SPPG se-Indonesia Akhir Tahun Ini

Adi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Ia juga menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba, termasuk di lingkungan legislatif.

“Saya mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba di semua lini. Jangan gunakan isu ini untuk kepentingan politik atau pembunuhan karakter,” pungkasnya. (red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button